Kamis, 29 Oktober 2015

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 JAKARTA dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia.

Bagian I
keterangan 1:
Kelas           : LD01
Dosen          : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324

keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari       : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul     : 07.10 - 09.50 WIB
Lokasi   : SMPN 182 JAKARTA Jl Empang III Kalibata Pancoran Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12740

Tim yang Hadir :
Ketua :     Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
                 Kalvin Pratama (1701304121)
                 Kendy (1701317465)
                 Hendri Chandra (1701292374)
                 David Darmawahn (1701300350)
   

keterangan 3:
Picture:





















Bagian II
keterangan 1:
   Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya teori pengambilan keputusan secara etis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
Etika Umum
Contoh :
• Menyapa, menegur dan memberi salam serta membungkukan badan pada saat bertemu atau berpapasan dengan orang yang lebih tua.
• Mengetuk pintu dan memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah.
• Mamakai pakaian yang sopan dan sepantasnya.
• Memberikan kesempatan untuk penganut agama lain menjalankan ibadahnya tanpa mengganggu kekhusyukan beribadah.
• Sopan dalam berbicara, bila berbicara dengan yang lebih tua hendaknya menatap lawan bicara.

keterangan 2:
       Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan  Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SMPN 182. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SMPN 182  untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Elvira. Kepada Ibu Elvira saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini. lalu Ibu Elvira yang menghbungkan saya dengan Ibu Dra. Rini Indri Hastuti, M.Pd (kepala sekolah SMPN 182). Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SMPN 182 yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 07.10 WIB).
       Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kelancaran karena murid murid SMPN 182 mudah dikordinasi dan diarahkan dalam mengisi form KJP yang sudah kami sediakan. Kami berhasil mengumpulkan 35 form, dan semuanya terlampir. Lalu kami juga mendapatkan keramah tamahan dari seluruh pihak SMPN 182, terutama kepala sekolah SMPN 182.

keterangan 3:
  pengukuran kinerja:




1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama

Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi  Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 FORMNYA TERLAMPIR.




keterangan 2:
 Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.

a. Etika Profesional, maksudnya ketika kami beriknteraksi dengan kalangan dan lingkungan berbeda kami mendapatkan pengalam baru yang baik untuk kami kedepannya
b. Decision making yang mengandung etika disetiap problem solvingnya
c. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.

keterangan 3:
Next To Do
 a. melatih komunikasi lebih baik
 b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira

keterangan 4:


Jumlah peserta : 35 mulai dari kelas 8 sampai 9 SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar