Kamis, 29 Oktober 2015

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG Kalibata dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia

Bagian I
keterangan 1:
Kelas           : LD01
Dosen          : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324

keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari       : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul     : 10.00 - 11.20 WIB
Lokasi   : SDN 12 PG Kalibata, Kalibata, Pancoran, South Jakarta City, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Tim yang Hadir :
Ketua :     Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
                 Kalvin Pratama (1701304121)
                 Kendy (1701317465)
                 Hendri Chandra (1701292374)
                 David Darmawahn (1701300350)
     

keterangan 3:
Picture:









Bagian II
keterangan 1:
   Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya theori ethic. Etika berasal dari kata ethos sebuah kata dari Yunani, yang diartikan identik dengan moral atau moralitas. Kedua istilah ini dijadikan sebagai pedoman atau ukuran bagi tindakan manusia dengan penilaian baik atau buruk dan bener atau salah. Etika melibatkan analisis kritis mengenai tindakan manusia untuk menentukan suatu nilai benar dan salah dari segi kebenaran dan keadilan.  Jadi ukuran yang dipergunakan adalah norma, agama, nilai positif dan unversalitas. Oleh karena itu, istilah etika sering dikonotasikan dengan istilah-
istilah: tata krama, sopan santun, pedoman moral, norma susila, dan lain-lain yang berpijak pada norma-norma tata hubungan antar unsur atau antar elemen didalam masyarakat dan lingkungannya. Prinsip-Prinsip Etika
a.   Tanggung jawab
Bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan  dan terhadap hasilnya serta profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat  pada umumnya.
b.   Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
c.   Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri  kebebasan dalam menjalankan profesinya.

keterangan 2:
       Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SDN 12 PG. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SDN 12 PG Kalibata untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Lili (salah satu guru SDN 12 PG). Kepada Ibu Lili saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini., dan Ibu Lili yang menghbungkan saya dan kepala sekolah SDN 12 PG. Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SDN 12 PG yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 10.00 WIB).
       Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kesulitan, kami kurang berkordinasi dengan baik dengan kepala sekolah SDN 12 PG dalam hal pendataan kjp dikarenakan murid SDN 12 PG mengalami kesulitan untuk mengisi form. Tetapi hal tersebut dapat kami tangani dengan baik, dan pada akhirnya kami melakukan dokumentasi, lalu berpamitan dengan guru guru SDN 12 PG untuk pulang.

keterangan 3:
  pengukuran kinerja:




1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama

Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG Kalibata FORMNYA TERLAMPIR.




keterangan 2:
 Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.

a. Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.
b. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal

keterangan 3:
Next To Do
 a. melatih komunikasi lebih baik
 b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira

keterangan 4:
Jumlah peserta: 30 mulai dari kelas 2 sampai 6,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar