KelompokCBPD
Kamis, 14 Januari 2016
Kamis, 29 Oktober 2015
Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SMPN 182 dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia.
Bagian I
keterangan 1:
Kelas : LD01
Dosen : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324
keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul : 07.10 - 09.50 WIB WIB
Lokasi : SMPN 182 JAKARTA Jl Empang III Kalibata Pancoran Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12740
Tim yang Hadir :
Ketua : Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
Kalvin Pratama (1701304121)
Kendy (1701317465)
Hendri Chandra (1701292374)
David Darmawahn (1701300350)
keterangan 3:
Picture:
Bagian II
keterangan 1:
Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya teori etika yang menjadi dasar dalam kelompok kami yaitu keutamaan
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan (virtuous life).
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan (virtuous life).
keterangan 2:
Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SMPN 182 kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SMPN 182. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SMPN 182 untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Elvira. Kepada Ibu Elvira saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini., dan Ibu Lili yang menghbungkan saya dan kepala sekolah SMPN 182. Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SMPN 182 yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 07.10 WIB).
Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan sedikit kesulitan karena data yang harus divalidasi jumlahnya banyak dan ketika sudah mencapai setengah data listrik padam. Lalu kami pun menggunakan laptop yang sudah dipersiapkan untuk melanjutkan validasi data 8355
keterangan 3:
pengukuran kinerja:
1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama
Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SMPN 182 FORMNYA TERLAMPIR.
keterangan 2:
Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.
a. Decision making yang mengandung etika disetiap problem solvingnya
b. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.
keterangan 3:
Next To Do
a. melatih komunikasi lebih baik
b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira
keterangan 4:
Jumlah peserta : -
Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 JAKARTA dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia.
Bagian I
keterangan 1:
Kelas : LD01
Dosen : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324
keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul : 07.10 - 09.50 WIB
Lokasi : SMPN 182 JAKARTA Jl Empang III Kalibata Pancoran Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12740
Tim yang Hadir :
Ketua : Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
Kalvin Pratama (1701304121)
Kendy (1701317465)
Hendri Chandra (1701292374)
David Darmawahn (1701300350)
keterangan 3:
Picture:
Bagian II
keterangan 1:
Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya teori pengambilan keputusan secara etis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
Etika Umum
Contoh :
• Menyapa, menegur dan memberi salam serta membungkukan badan pada saat bertemu atau berpapasan dengan orang yang lebih tua.
• Mengetuk pintu dan memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah.
• Mamakai pakaian yang sopan dan sepantasnya.
• Memberikan kesempatan untuk penganut agama lain menjalankan ibadahnya tanpa mengganggu kekhusyukan beribadah.
• Sopan dalam berbicara, bila berbicara dengan yang lebih tua hendaknya menatap lawan bicara.
keterangan 2:
Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SMPN 182. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SMPN 182 untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Elvira. Kepada Ibu Elvira saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini. lalu Ibu Elvira yang menghbungkan saya dengan Ibu Dra. Rini Indri Hastuti, M.Pd (kepala sekolah SMPN 182). Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SMPN 182 yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 07.10 WIB).
Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kelancaran karena murid murid SMPN 182 mudah dikordinasi dan diarahkan dalam mengisi form KJP yang sudah kami sediakan. Kami berhasil mengumpulkan 35 form, dan semuanya terlampir. Lalu kami juga mendapatkan keramah tamahan dari seluruh pihak SMPN 182, terutama kepala sekolah SMPN 182.
keterangan 3:
pengukuran kinerja:
1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama
Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 FORMNYA TERLAMPIR.
keterangan 2:
Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.
a. Etika Profesional, maksudnya ketika kami beriknteraksi dengan kalangan dan lingkungan berbeda kami mendapatkan pengalam baru yang baik untuk kami kedepannya
b. Decision making yang mengandung etika disetiap problem solvingnya
c. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.
keterangan 3:
Next To Do
a. melatih komunikasi lebih baik
b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira
keterangan 4:
keterangan 1:
Kelas : LD01
Dosen : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324
keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul : 07.10 - 09.50 WIB
Lokasi : SMPN 182 JAKARTA Jl Empang III Kalibata Pancoran Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12740
Tim yang Hadir :
Ketua : Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
Kalvin Pratama (1701304121)
Kendy (1701317465)
Hendri Chandra (1701292374)
David Darmawahn (1701300350)
keterangan 3:
Picture:
Bagian II
keterangan 1:
Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya teori pengambilan keputusan secara etis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
Etika Umum
Contoh :
• Menyapa, menegur dan memberi salam serta membungkukan badan pada saat bertemu atau berpapasan dengan orang yang lebih tua.
• Mengetuk pintu dan memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah.
• Mamakai pakaian yang sopan dan sepantasnya.
• Memberikan kesempatan untuk penganut agama lain menjalankan ibadahnya tanpa mengganggu kekhusyukan beribadah.
• Sopan dalam berbicara, bila berbicara dengan yang lebih tua hendaknya menatap lawan bicara.
keterangan 2:
Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SMPN 182. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SMPN 182 untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Elvira. Kepada Ibu Elvira saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini. lalu Ibu Elvira yang menghbungkan saya dengan Ibu Dra. Rini Indri Hastuti, M.Pd (kepala sekolah SMPN 182). Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SMPN 182 yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 07.10 WIB).
Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kelancaran karena murid murid SMPN 182 mudah dikordinasi dan diarahkan dalam mengisi form KJP yang sudah kami sediakan. Kami berhasil mengumpulkan 35 form, dan semuanya terlampir. Lalu kami juga mendapatkan keramah tamahan dari seluruh pihak SMPN 182, terutama kepala sekolah SMPN 182.
keterangan 3:
pengukuran kinerja:
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama
Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SMPN 182 FORMNYA TERLAMPIR.
keterangan 2:
Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.
a. Etika Profesional, maksudnya ketika kami beriknteraksi dengan kalangan dan lingkungan berbeda kami mendapatkan pengalam baru yang baik untuk kami kedepannya
b. Decision making yang mengandung etika disetiap problem solvingnya
c. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.
keterangan 3:
Next To Do
a. melatih komunikasi lebih baik
b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira
keterangan 4:
Jumlah peserta : 35 mulai dari kelas 8 sampai 9 SMP
Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SDN 12 PG Kalibata dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia.
Bagian I
keterangan 1:
Kelas : LD01
Dosen : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324
keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul : 10.00 - 11.20 WIB
Lokasi : SDN 12 PG Kalibata, Kalibata, Pancoran, South Jakarta City, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740
Tim yang Hadir :
Ketua : Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
Kalvin Pratama (1701304121)
Kendy (1701317465)
Hendri Chandra (1701292374)
David Darmawahn (1701300350)
keterangan 3:
Picture:
Bagian II
keterangan 1:
Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya teori pengambilan keputusan secara etis
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputusan Etis
a. Tingkat Pendidikan
Rhodes (1985) berependapat bahwa semakin tinggi latar belakang pendidikan perawat akan membantu perawat untuk membuat suatu keputusan etis. Salah satu tujuan dan program pendidikan tinggi bagi perawat adalah meningkatkan keahlian kognitif dan kemampuan membuat keputusan. (Pardue,1987). Penelitian oleh Hoffman, Donoghue dan Duffield (2004) menunjukkan bahwa taraf pendidikan dan pengalaman tidak terkait secara signifikan dengan pembuatan keputusan etis dalam keperawatan klinis. Faktor yang bertanggung jawab terhadap variabilitas yang besar dalam pembuatan keputusan etis dalam keperawatan klinis adalah nilai peran.
keterangan 2:
Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SDN 12 PG kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SDN 12 PG. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SDN 12 PG Kalibata untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Lili (salah satu guru SDN 12 PG). Kepada Ibu Lili saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini., dan Ibu Lili yang menghbungkan saya dan kepala sekolah SDN 12 PG. Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SDN 12 PG yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 10.00 WIB).
Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kemudahan karenga oprasional/TU SDN 12 PG mengassist kami dalam kegiatan ini. Sehingga data data yang dari sekolah dan dari pemprov terpapar dengan jelas yang berefek pada cepatnya kegiatan ini diselsaikan. Kami mendapatkan keramah tamahan yang meriah, masing masing dari kami diberi segelas sirup yang segar ketika kami berada di ruang kepala sekolah.
keterangan 3:
pengukuran kinerja:
1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama
Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di SDN 12 PG Kalibata FORMNYA TERLAMPIR.
keterangan 2:
Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.
a. Decision making yang mengandung etika disetiap problem solvingnya
b. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek ini.
keterangan 3:
Next To Do
a. melatih komunikasi lebih baik
b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira
keterangan 4:
Jumlah peserta : -
Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG Kalibata dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia
Bagian I
keterangan 1:
Kelas : LD01
Dosen : Silverius Cconstantino Johanes Maria Lake, M.HUM,
Kode dosen : D3324
keterangan 2:
Waktu kegiatan
Hari : Jum'at
Tanggal : 16 - Oktober - 2015
Pukul : 10.00 - 11.20 WIB
Lokasi : SDN 12 PG Kalibata, Kalibata, Pancoran, South Jakarta City, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740
Tim yang Hadir :
Ketua : Aditya Loka Wibawa (1701356200)
Anggota : Supriadi Arnoldus (1701357084)
Kalvin Pratama (1701304121)
Kendy (1701317465)
Hendri Chandra (1701292374)
David Darmawahn (1701300350)
keterangan 3:
Picture:
Bagian II
keterangan 1:
Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan tentunya ada landasan teori yang kami gunakan sewaktu di lapangan. Salah satunya theori ethic. Etika berasal dari kata ethos sebuah kata dari Yunani, yang diartikan identik dengan moral atau moralitas. Kedua istilah ini dijadikan sebagai pedoman atau ukuran bagi tindakan manusia dengan penilaian baik atau buruk dan bener atau salah. Etika melibatkan analisis kritis mengenai tindakan manusia untuk menentukan suatu nilai benar dan salah dari segi kebenaran dan keadilan. Jadi ukuran yang dipergunakan adalah norma, agama, nilai positif dan unversalitas. Oleh karena itu, istilah etika sering dikonotasikan dengan istilah-
istilah: tata krama, sopan santun, pedoman moral, norma susila, dan lain-lain yang berpijak pada norma-norma tata hubungan antar unsur atau antar elemen didalam masyarakat dan lingkungannya. Prinsip-Prinsip Etika
a. Tanggung jawab
Bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan dan terhadap hasilnya serta profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
b. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
c. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
keterangan 2:
Dalam pelaksanaan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG kami melakukan serangkaian persiapan. Setelah mendapatkan persetujuan TFI untuk mendata di SDN 12 PG. Pertama saya sebagai ketua kelompok mengkoordinasikan tugas masing masing anggota. Setelah itu saya bersama Arnold ke ruang TFI yang berada di basement kampus Anggrek BINUS untuk meminta surat izin dan form-form yang dibutuhkan serta data murid. Pada hari berikutnya saya mendatangi SDN 12 PG Kalibata untuk meminta izin melakukan kegiatan ini, disana saya bertemu dengan Ibu Lili (salah satu guru SDN 12 PG). Kepada Ibu Lili saya melakukan kordinasi untuk menentukan hari/waktu untuk melakukan kegiatan ini., dan Ibu Lili yang menghbungkan saya dan kepala sekolah SDN 12 PG. Setelah mendapatkan persetujuan dari sekolah, saya menghubungi anggota lainnya untuk datang tepat waktu pada hari yang sudah disepakati dengan SDN 12 PG yaitu(Jum'at 16-oktober-2015 pukul 10.00 WIB).
Ketika hari pelaksanaan kami mendapatkan kesulitan, kami kurang berkordinasi dengan baik dengan kepala sekolah SDN 12 PG dalam hal pendataan kjp dikarenakan murid SDN 12 PG mengalami kesulitan untuk mengisi form. Tetapi hal tersebut dapat kami tangani dengan baik, dan pada akhirnya kami melakukan dokumentasi, lalu berpamitan dengan guru guru SDN 12 PG untuk pulang.
keterangan 3:
pengukuran kinerja:
1.Survey Eksternal : Terlampir
2. Survey Internal :
Disiplin waktu : David Darmawan dan Kendy
Ide-ide yang di sampaikan : Kendy
Penerapan di lapangan : Aditya Loka Wibawa
Inisiatif : Supriadi Arnoldus
Sikap (Etika berbicara, sopan santun) : Hendri Chandra, Kalvin Pratama
Bagian III
keterangan 1:
Hasil Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN 12 PG Kalibata FORMNYA TERLAMPIR.
keterangan 2:
Kesimpulan : Kami mendapatkan pengalaman secara praktik dalam teori CB (proffesional development) yang poitnya sebagai berikut.
a. Kerjasama antara Binus, TFI , dan lembagalembaga
atau komunitas lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan proyekproyek
ini.
b. Teori etika yang terterapkan ketika meminta izin dan juga berkomunikasi dengan pihak yang baru kami kenal
keterangan 3:
Next To Do
a. melatih komunikasi lebih baik
b. lebih tenang dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak terkira
keterangan 4:
Jumlah peserta: 30 mulai dari kelas 2 sampai 6,
Langganan:
Postingan (Atom)






